Posts

Dirgahayu Republik Indonesia-ku

Image
Dirgahayu Republik Indonesia sempat menjadi worldwide trends di twitter yang kemudian digantikan oleh #RI70. Ah, lihatlah semangat anak muda yang mampu menggaungkan kemerdekaan negerinya ke seluruh dunia. Hal yang sederhana memang, tapi bukankah hal tersebut menunjukkan masih adanya kepedulian terhadap bangsa ini, masih adanya harapan untuk bangsa ini? 70 tahun sudah selepas proklamasi yang dibacakan oleh eyang- jika aku boleh memanggilnya demikian-Karno dengan lantang. Usia yang dapat dibilang tua. Bayangkanlah seorang kakek dengan rambut yang hampir memutih seluruhnya serta wajah yang telah menunjukkan kerutan-kerutan.

Dan Kita Kadang Terlalu Cepat Menilai

Image
Hari itu, entah malam keberapa ramadhan. Aku dan seorang teman mengurus reservasi untuk bukber angkatan yang dilanjutkan dengan solat tarawih di masjid sekitar. Seusai solat, seperti kebanyakan orang, tak lupa kami mengambil foto selfie. Tak lama kemudian dia mengupload foto tersebut di akun path -nya. Melihat hal itu aku merasa sedikit tak enak hati.  Jujur saja, aku merasa kurang nyaman untuk urusan ibadah yang di- share  di social media, dan beberapa nasehat pun menyarankan agar tak melakukannya untuk menghindari  ria .  Aku pun menegurnya. Dan dia kemudian menjawab dengan sudut pandang yang tidak aku pikirkan sebelumnya. Dia mengatakan bahwa dia hanya ingin orang lain termotivasi sebagaimana dirinya sendiri yang juga termotivasi saat orang lain melakukan kebaikan. Ah, sungguh kita (aku sih lebih tepatnya) kadang terlalu cepat menilai dari satu sudut pandang saja.

Teruntuk kalian my kebunbin partner

Image
Banyak yang bilang dunia perkuliahan tidaklah semenyenangkan saat-saat sekolah, khususnya masa SMA, dimana banyak memori terukir di dalamnya. Dan aku beruntung memiliki kalian untuk menemaniku melewati masa-masa kuliah itu. Tak terasa, 4 semester telah terlewati, bersama. Ketika rejeki tak melulu soal harta, dan kalian terhitung di dalamnya. Kalian yang tetap mendengarkan saat aku sering mengeluh, meskipun akhirnya mengomel juga. Kalian yang membiarkanku yang cengeng ini untuk menangis hingga lepas sesakku. Kalian yang lebih memilih “mengejek” saatku sedih dibanding memberikan kata-kata penghiburan. Kalian, yang suka berbicara apa adanya di depan bahkan untuk saling mengejek. Bersama kalian, bahwa saat diamnya pun terasa begitu berarti.

LGBT = HAM?

Image
Fitur Let's Celebrate Pride  dari facebook Bermula dari status BBM seorang kakak tingkat yang isinya “colorful = LGBT?”. Kepo, akhirnya dari hasil googling aku tahu kalau LGBT adalah singkatan dari Lesbian-Gay-Biseksual-Transgender. Orang dengan kelainan orientasi seksual dan di jaman sekarang mereka bangga akan hal itu. Tidak hanya itu, dari hasil pencarian tersebut kemudian aku mendapatkan berita-berita mengenai legalisasi perkawinan sejenis yang baru-baru ini disahkan di Amerika. Tidak lama kemudian akun-akun islam di line menyiarkan berita tersebut beserta kecamannya. Dari situ pula aku tau kalau Mark Zuckerberg merayakannya dengan meluncurkan fitur   “Let’s Celebrate Pride” untuk mengubah foto profil menjadi motif warna pelangi, yang mana warna pelangi itu ternyata simbol dari gerakan LGBT. Yang lebih bikin kaget dari semua itu ternyata dari kicauan di akun twitternya, Sherina Munaf ikut mendukung pernikahan sesama jenis. Bentuk dukungan sherina di twitter...